Jumat, 04 Februari 2011

Evaluasi Diri Sekolah

A. PENDAHULUAN

Peningkatan mutu pendidikan pada tingkat dasar mempunyai fungsi yang sangat strategis. Pada jenjang ini, dasar-dasar kemampuan peserta didik terbentuk dan berkembang. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberhasilan pendidikan pada masa ini.
Perubahan yang terjadi akibat revolusi sains dan teknologi menuntut juga revolusi pada proses pembelajaran. Ini disebabkan karena kualitas pembelajaran yang dibutuhkan pada hari ini tidaklah sama dengan kualitas pembelajaran pada waktu yang telah lalu bahkan menjadi kadaluarsa pada hari esok. Dengan kata lain, kualitas pembelajaran pada periode sekarang tidaklah sama dengan kualitas pembelajaran periode lalu dan bahkan bisa menjadi kadar luarsa untuk periode yang akan datang (Asyhar, 2008).
Upaya yang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah sudah dilaksanakan. Terutama upaya peningkatan mutu dalam proses pembelajaran di kelas. Walapun demikian, upaya peningkatan mutu tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. Hal ini terjadi karena penningkatan mutu yang dijalankan belum dievaluasi oleh semua pemangku kepentingan yang ada disekolah.
 Mutu atau kinerja sekolah selama ini   dievaluasi oleh dinas pendidikan melalui akreditasi. Hasil dari akreditasi hanya digunakan untuk menentukan nilai suatu lembaga pendidikan. Akreditasii sekolah tidak menuntut adanya proses tindak lanjut untuk perbaikan dan peningkatan mutu yang berkelanjutan.
Sekolah sebagai suatu lembaga formal berkewajiban melakukan peningkatan dan penjaminan mutu  pendidikan. Hal ini sesuai dengan yang diamanatkan olen PP No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan fasal 91 ayat 1 dan 2, yang berbunyi ;
1.      Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan non formal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan
2.      Penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk memenuhi atau melampaui standar nasional pendidikan.
Upaya peningkatan mutu yang berkesinambungan memerlukan proses evaluasi dari dalam yang dilakukan oleh semua pemangku kepentingan. Sistem Program Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (SP2PMP) merupakan program kerjasama pemerintah Indonesia-Australia telah mengembangkan Alat Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Alat ini akan membantu sekolah dalam menilai kinerja untuk pningkatan dan penjaminan mutu pendidikan di sekolah

B.    Kinerja Sekolah
Kinerja sekolah merupakan prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses yang dilakukan di sekloah. Hasil prestasi sekolah meliputi 3 (tiga) hal yaitu, input, proses dan output. Prestasi sekolah dapat dikur dari kualitas, efektifitas, produktifitas, efisiensi, inovasi, kehidupan kerja dan moral kerja dari sekolah tersebut. Disamping itu prestasi sekolah juga dipengaruhi oleh tahapan-tahapan dalam melakukan suatu kegiatan seperti, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
Kinerja sekolah yang dimaksud dalam alat Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dinyatakan dengan tingkat (level). Dalam menentukan tingkat sekolah pada EDS dibantu dengan indikator pencapaian yang mengacu pada 8 (delapan) standar nasional pendidikan.

C.    Alat Evaluasi Diri Skolah (EDS)
1. Tampilan Fisik Alat Evaluasi Diri Sekolah
Evaluasi diri sekolah adalah proses evaluasi dari dalam yang dilakukan oleh semua pemangku kepentingan yang bertujuan untuk peningkatan dan penjamian mutu pendidikan di sekolah. Agar proses evaluasi itu dapat berjlan sesuai dengan yang diharapkan, digunakan alat evalluasi diri sekolah yang dikembangkan oleh LPMP, P4TK bekerjasama dengan pemerintah Australia.
 Alat evaluasi diri sekolah terdiri dari 8 (delapan) sesi yang sesuai dengan 8 (delapan) Standar nasional Pendidikan (SNP), yaitu:
1.      standar isi
2.      standar proses
3.      Standar penilaian
4.      standar kompetensi lulusan
5.      Standar pendidik dan tenaga kependidikan
6.      Standar sarana dan prasarana
7.      Standar pengelolaan
8.      Standar pembiayaan
 Setiap sesi terdiri dari serangkaian pertanyaan yang terkait dengan standar nasional pendidikan dimana sekolah akan mendapatkan jawaban kualilitatif atas kinerjanya.  
Alat Evaluasi Diri Sekolah ini juga  dilengkapi dengan indikator pencapaian kinerja sekolah. Tingkat pencapaian menggambarkan seperti apa kinerja sekolah pada saat evaluasi dilakukan terkait dengan pertanyaan tertentu. Tingkat pencapaian diharapkan akan mengalami peningkatan setiap proses evaluasi dilaksanakan. Pencapaian kinerja sekolah harus sesuai dengan bukti fisik yang dimiliki. Bukti fisik yang dicantumkan dalam alat evaluasi diri harus sesuai dengan tindakan penilaian yang dilakukan. Alat evalusi diri sekolah dapat dilihat pada lampiran 1.

2. Cara Menggunakan Alat Evaluasi Diri Sekolah
Untuk menggunakan alat evaluasi diri sekolah, semua pemangku kepentingan yang ada di sekolah harus dilibatkan. Langkah-langkah yang dapat diikuti adalah :
1.      Kepala sekolah mengadakan sosialisasi kepada semua pemangku kepentingan di sekolah.
2.      Pembentukan 8 (delapan)  tim yang akan melaksanakan evaluasi sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan, masing-masing tim bertanggung jawab pada 1 (satu) standar.
3.       Melaksanakan observasi disekolah
4.      Mengumpulkan bukti fisik
Untuk mengumpulkan bukti fisik perlu berbagi imformasi yang dapat berupa kajian catatan, hasil observasi, hasil wawancara dengan bebagai kelompok pemangku kepentingan yang relevan. Pada alat evaluasi diri sekolah dapat dilihat contoh bukti fisik yang bisa digunakan.
5.      Membuat ringkasan presatasi sekolah berdasarkan indikator yang merujuk pada bukti fisik yang ditemukan.
6.       Menentukan level (tingkat) kinerja sekolah
7.      Mendiskusikan dan menganalisis imformasi yang dikumpulkan dan menggunakannya untuk mengidentifikasi serta menetapkan prioritas apa yang diutamakan untuk selanjutnya menjadi bahan penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS).
8.      Membuat laporan (format pada lampiran 2)

D.    EDS dalam Meningkatkan Kinerja Sekolah
Pemamfaatan alat Evaluasi Diri Sekolah (EDS) akan membantu sekolah menemukan kekuatan,  kelemahan yang dimiliki, mengenal tantangan yang dihadapi dan mendiagnosis kebutuhan untuk perbaikan. Data-data diatas merupakan hasil kerja tim pengembang EDS pada masing-masing standar nasional pendidikan.
Data yang dikumpulkan oleh tim pengembang EDS merupakan imformasi pencapaian kinerja sekolah dalam memenuhi 8 (delapan) standar nesional pendidikan. Dengan demikian sekolah akan mengetahui apakah sudah memenuhi standar nasional dan muatan lokal serta memenuhi kebutuhan peserta didik.
Dengan memamfaatkan imformasi yang tepat yang merupakan hasil dari evaluasi sekolah, rencana pengembangan sekolah akan menggambarkan tanggung jawab implementasi,skala dan batas waktu serta ukuran keberhasilanya. Dengan dihasilkannya beragam data dan imformasi diharapkan sekolah tidak hanya mampu merumuskan perencanaan  pengembangan dengan tepat, tetapi penilaian kemajuan dimasa depan akan lebih mudah dilakukan dengan teersedianya data yang dapat dipercaya. Hal tersebut akan memudahkan sekolah untuk menunjukan hasil-hasil kinerja dan peningkatan setiap saat.

E.     Kesimpulan
Evaluasi Diri Sekolah (EDS) merupakan suatu sistem penilai terhadap kinerja sekolah yang melibatkan semua pemangku kepentingan seperti, kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua peserta didik, komite sekolah, anggota masyarakat yang relevan dan pengawas sekolah.
Evaluasi Diri Sekoalh (EDS) dapat menyediakan laporan formal bagi pemangku kepentingan untuk peningkatan mutu kedepan.   

1 komentar:

  1. Kegiatan evaluasi diri merupakan salah satu bentuk refleksi diri tentang kinerja sekolah dalam rentang waktu tertentu. Sebaiknya kegiatan ini disamping melibatkan representasi dari para warga sekolah, juga orang tua siswa, pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya yang menaruh kepedulian akan kemajuan sekolah. Selanjutnya secara bersama-sama melakukan telaah SWOT, temukan dimana letak keunggulan dan kemapanan sekolah, pada sisi mana letak kelemahan atau keterbatasan sekolah, peluang-peluang yang mungkin bisa direbut sekolah dan ancaman atau persaingan dengan sekolah lain.(Syamsurizal)

    BalasHapus